Sunday, September 4, 2022

Bogor dan Keindahannya tahun 2022

Bogor adalah daerah di propinsi Jawa Barat, Indonesia. Daerah bernama ini terbagi dalam kota dan kabupaten, masing-masing selebar 118,5 km² dan 2.371,21 km². Saat seorang menjelaskan berkenaan "Bogor", pada umumnya mereka memaksudkannya sebagai "Kota Bogor". Dengan curahan hujan yang tinggi sekali, Bogor memperoleh panggilan sebagai "kota hujan".
Objek wisata
Kota Bogor mempunyai beberapa objek daya magnet wisata, dengan 10 objek wisata yang terdaftar dengan cara resmi terbanyak didatangi[1]:

  • Kebun Raya Bogor
  • Istana Bogor
  • Museum Zoologi
  • Museum Etnobotani
  • Prasasti Batu catat
  • Danau Situgede
  • Taman Topi (Plaza Kapten Muslihat)
  • Museum Tanah
  • Museum PETA
  • Museum Perjuangan

Kegiatan lawatan ke objek-obyek yang lain kelihatan dari keramaian di pusat-pusat perdagangan makanan jajan dan buah-buahan dan faktory toko baju dan tas, terutamanya di Jalan Suryakencana, Siliwangi, Pajajaran, dan Tajur. Pucuk keramaian kelihatan kontras di hari Sabtu, Minggu, dan beberapa hari liburan yang lain.

Kulineran


Pusat perdagangan makanan dan jajan di Kota Bogor terpusat di Jalan Suryakencana, Siliwangi, dan Pajajaran. Di Sejauh Jalan. Surya Kencana ada : Mie Sukabumi "Agih", Ngoh Giang gg.aut, Soto " Pak.Salam " (Tenda), De Paris, Bom Bom Bread (Toko Roti BomBomBread), Mie Sehat. Di Sejauh Jalan. Padjajaran ada : Restoran "Sari Harum", Kabayan, Jala-jala, Venus dan yang terakhir populer di kalangan remaja adalah warpat bogor.

Transportasi

Transportasi di daerah Bogor, baik dalam kota atau di antara kota-kabupaten, dilayani oleh beberapa mobil kecil angkutan kota (dipersingkat "angkot"). Dengan makin besarnya jumlah mobil angkutan kota, Bogor kerap dikatakan sebagai "kota sejuta angkot".
Riwayat Bogor

Nyaris pada umumnya warga Bogor memiliki kepercayaan jika Kota Bogor memiliki jalinan lokatif dengan Kota Pakuan, ibu-kota Pajajaran. Asal mula dan makna Pakuan ada dalam beragam sumber. Berikut ini ialah hasil pencarian dari beberapa sumber itu berdasar posisi waktu:

Dokumen Carita Waruga Guru (1750-an). Dalam dokumen berbahasa Sunda Kuna ini dijelaskan jika nama Pakuan Pajajaran didasari jika di lokasi itu terdapat banyak pohon Pakujajar.

K.F. Holle (1869). Dalam tulisan dengan judul De Batoe Toelis te Buitenzorg (Batutulis di Bogor), Holle mengatakan jika di dekat Kota Bogor ada daerah namanya Cipaku, dan sungai yang mempunyai nama yang serupa. Di situ banyak diketemukan pohon paku . Maka menurut Holle, nama Pakuan ada hubungannya dengan kedatangan Cipaku dan pohon paku. Pakuan Pajajaran memiliki arti pohon paku yang berjajar ("op rijen staande pakoe bomen").

G.P. Rouffaer (1919) dalam Encyclopedie van Niederlandsch Indie edisi Stibbe tahun 1919. Pakuan memiliki kandungan pemahaman "paku", namun harus disimpulkan "paku jagat" (spijker der wereld) yang menyimbolkan individu raja sama dalam gelar Paku Buwono dan Paku Alam. "Pakuan" menurut Fouffaer sama dengan "Maharaja".

Kata "Pajajaran" disimpulkan sebagai "berdiri sejajar" atau "imbangan" (evenknie). Yang ditujukan Rouffaer ialah berdiri sejajar atau imbang dengan Majapahit. Sekalinya Rouffaer tidak meringkaskan makna Pakuan Pajajaran, tetapi dari rinciannya bisa diambil kesimpulan jika Pakuan Pajajaran menurut gagasannya memiliki arti "Maharaja yang berdiri sejajar atau imbang dengan (Maharaja) Majapahit". Dia sama pendapat dengan Hoesein Djajaningrat (1913) jika Pakuan Pajajaran dibangun tahun 1433.

Sumber: https://tinyurl.com/2kq8hoc3

No comments:

Post a Comment

enforceA e-meterai, Fitur Baru untuk Memudahkan Urusan Anda

Meterai merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindari dalam dunia profesional. Meterai memegang peranan penting sebagai penanda keabsah...